• Selasa, 1 April 2025

Komisi VIII DPR: Pemprov Jabar Tidak Serius Selesaikan Persoalan

Komisi VIII DPR: Pemprov Jabar Tidak Serius Selesaikan Persoalan Tim Kunres Komisi VIII DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko, saat menyerahkan bantuan sosial di Bandung, Jawa Barat. Foto: Nadya/vel

Bandung,TarungNews.com - Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Jawa Barat menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, beserta seluruh perangkatnya baik Sekretaris Daerah (Sekda) ataupun Asisten Daerah (Asda). Sejatinya, Kunjungan Kerja Komisi VIII tersebut adalah dalam rangka untuk membahas persoalan sosial, kebencanaan, haji, perlindungan anak dan isu-isu lainnya yang ada di Jawa Barat.

Ketua Tim Kunker Komisi VIII Singgih Januratmoko menjelaskan Kunker ini dimaksudkan dalam rangka menggali masalah-masalah apa yang ada di Jawa Barat untuk dapat diperjuangkan di pemerintah pusat.

“Kita juga sudah membawa kementerian-kementerian yang menjadi mitra Komisi VIII yang fokus pada soal keagamaan, sosial, dan lain-lain. Jadi tidak hanya jadi beban di provinsi saja tapi bisa kita bantu nanti di pusat yang jadi mitra Komisi VIII DPR RI," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko kepada Parlementaria usai memimpin pertemuan dengan jajaran mitra kerja komisi VIII DPR RI di Bandung, Jawa Barat, Kamis, (27/03/2025).

Senada dengan Singgih, Anggota Komisi VIII Maman Imanul Haq menilai dengan ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat dalam Kunker ini adalah pembuktian bahwa Komisi VIII DPR RI tidak dianggap penting dan berarti bagi Pemprov Jabar. Padahal peran Komisi VIII DPR RI dalam menyelesaikan persoalan Haji, kebencanaan, sosial, pengentasan kemiskinan dan lain sebagainya merupakan hal yang penting dan sangat berarti juga dekat dengan masyarakat.

"Komisi VIII DPR RI yang membidangi soal kesejahteraan, kemiskinan, bencana, kekerasan terhadap perempuan dan anak seharusnya menjadi persoalan penting yang harus direspon oleh gubernur, sehingga pertemuan ini menjadi sangat penting dan harus dihadiri.

Kalaupun ada agenda sebenernya bisa saja beliau datang dulu di sini untuk bertemu kita, berdiskusi sebentar, setelah itu baru pelantikan untuk eselon II itu. Sekali lagi kami sangat menyayangkan untuk Gubernur Jabar Kang Dedi dan juga wakil gubernur termasuk juga Pak Sekda, mudah-mudahan ini adalah kali terakhir pemerintah Provinsi Jabar membuat komisi VIII DPR RI itu dianggap tidak berarti," ungkapnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Gantina pun merasakan hal yang sama. Menurut Selly, dengan tidak hadirnya perangkat penting Provinsi Jawa Barat ini menunjukkan ketidakseriusan Pemprov Jabar dalam menyelesaikan persoalan masyarakatnya.

"Karena biar bagaimanapun juga, Jawa Barat memiliki 50 juta penduduk yang memerlukan perhatian dari Pemerintah Pusat, dimulai dari urusan kesejahteraan sosial ini dari mulai Kemensos, Kemenag, BNPB, MenPP-PA, BAZNAS, BWI dan tentu saja Jabar sebagai salah satu provinsi yang sangat potensial seharusnya bisa memaksimalkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat," tandas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini

Ketidakhadiran ini mencerminkan bahwa Gubernur Provinsi Jawa Barat yang tidak memiliki keterampilan mendelegasikan atau melibatkan jajaran di bawahnya untuk dapat menghadiri rapat terkait hal-hal strategis di Jawa Barat, sungguh ini sangat disayangkan.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar