• Sabtu, 5 April 2025

Gubernur Dedi Mulyadi akan Bawa Keranah Hukum Terkait Pemotongan Uang Kompensasi Sopir Angkot oleh Oknum Dishub

Gubernur Dedi Mulyadi akan Bawa Keranah Hukum Terkait Pemotongan Uang Kompensasi Sopir Angkot oleh Oknum Dishub Gubernur Dedi Mulyadi akan Bawa Keranah Hukum Terkait Pemotongan Uang Kompensasi Sopir Angkot oleh Oknum Dishub. (youtube KDM)

Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara operasional angkot di jalur Puncak Bogor selama sepekan saat musim libur lebaran 2025 untuk mengantisipasi kemacetan.

Sebagai pengganti penghasilan, para sopir angkot akan menerima kompensasi sebesar Rp1,5 juta, yang terdiri dari Rp1 juta uang tunai dan Rp500 ribu berbentuk sembako.

Namun, baru-baru ini beredar kabar jika adanya pemotongan terhadap kompensasi tersebut sebesar Rp200 ribu, sehingga sopir angkot hanya menerima Rp800 ribu.

Informasi adanya dugaan pemotongan kompensasi tersebut diucapkan Kabid Lalu lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih saat merazia beberapa angkot yang masih beroperasi pada H+2 libur lebaran.

Dadang Kosasih mengungkapkan, ada sopir angkot yang hanya menerima Rp 800 ribu dari kompensasi yang seharusnya berjumlah Rp 1 juta.

“Banyak juga laporan seperti itu. Kami akan menelusuri siapa yang melakukan pemotongan ini. Yang jelas, seharusnya sopir menerima penuh Rp 1,5 juta,” ujar Dadang pada Rabu (3/4/2025).

Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab di panggil KDM (kang dedi mulyadi) mengkonfirmasi salah satu supir angkot di wilayah Bogor jalur Puncak bernama Emen.

Namun sopir angkot Bernama Emen tidak mengenal pasti nama-nama pegawai Dishub Kabupaten Bogor yang memotong bantuan Dedi Mulyadi itu.

"Siapa saya kurang tahu, pokoknya orang-orang Dishub. KKSU juga bukan ketuanya, ada oknum," kata Emen saat di telepon Dedi Mulyadi.

Sopir angkot Emen cuma menyebut satu nama orang dari KKSU, nama Ketuanya Pak Nandar, ucap Emen

Menurut Emen komunitasnya ada 20 orang sopir angkot dan sudah menyerahkan 200ribu perorang.

"Gak tahu, kita mah cuma diminta. Semuanya, saya aja komunitas ada 20 nyerahin Rp 4 juta, ke KKSU kata KKSU buat Dishub baru organda, KKSU," kata Emen.

Dedi Mulyadi pun mempertegas pertanyaanya apakah oknum Dishub nya Dishub Provinsi Jabar atau Dishub Kabupaten Bogor.

"Dishub Kabupaten Bogor,"ucap Emen menjelaskan.

Dedi Mulyadi menyatakan, bantuan kompensasi tersebut berasal dari Bank Jabar Peduli dan Baznas Provinsi Jabar.

Saat mendengar informasi lewat telepon langsung dari salah satu sopir angkot, Dedi Mulyadi langsung bereaksi.

"Rp 200 ribu kali 500 lumayan Rp 100 juta,"ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menganggap bahwa tindakan tersebut termasuk premanisme.

"Berarti itu premanisme. Itu preman yang berbaju seragam," kata Dedi.

Secara tegas Dedi Mulyadi menekankan bakal menyeret tiga lembaga itu ke ranah hukum.

RJS,tarungnews.com

 

 

Bagikan melalui:

Komentar